Viral! Guru dan Murid SMK Tanjabtim Terlibat Adu Jotos, Mediasi Segera Digelar

Kejadian mengejutkan terjadi di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri pdam-padangpariaman.id di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, ketika seorang oknum guru terlibat adu jotos dengan beberapa muridnya. Insiden ini langsung menjadi perhatian masyarakat dan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Kronologi Adu Jotos di SMK Tanjabtim

Berdasarkan informasi dari saksi mata, peristiwa tersebut terjadi saat jam pelajaran bacamanga.id berlangsung. Oknum guru yang diketahui mengajar salah satu mata pelajaran di SMK tersebut, tiba-tiba terlibat perselisihan dengan beberapa murid hingga berujung adu fisik. Beberapa murid mengalami memar, namun tidak ada korban yang serius dilaporkan.

Peristiwa ini sempat terekam oleh beberapa siswa menggunakan ponsel, dan video singkat tersebut viral di media sosial. Masyarakat pun ramai memberikan tanggapan, sebagian mendukung tindakan pihak sekolah untuk menertibkan murid, sebagian lagi mengecam guru yang melakukan kekerasan fisik.

Tanggapan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi

Menanggapi insiden tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi segera mengambil langkah cepat dengan menggelar mediasi antara guru, murid, dan pihak sekolah. Tujuannya adalah untuk mencari penyelesaian terbaik dan menenangkan suasana agar tidak meluas menjadi konflik yang lebih serius.

Kepala Disdik Provinsi Jambi menekankan bahwa kekerasan di lingkungan sekolah tidak dapat ditoleransi, baik dari guru maupun siswa. Disdik juga menegaskan akan mengevaluasi secara menyeluruh kasus ini, termasuk memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku jika terbukti pelanggaran terjadi.

Dampak dan Kekhawatiran Masyarakat

Peristiwa ini memicu kekhawatiran orang tua murid mengenai keamanan dan kenyamanan belajar di sekolah. Banyak orang tua yang menuntut adanya pengawasan lebih ketat terhadap interaksi guru dan murid, agar lingkungan belajar tetap kondusif.

Selain itu, kasus ini menjadi perhatian di tingkat provinsi karena dapat mempengaruhi citra pendidikan di Kabupaten Tanjabtim. Guru sebagai figur panutan diharapkan bisa menjadi teladan, bukan sumber konflik bagi siswa.

Pentingnya Mediasi dan Edukasi Karakter

Mediasi yang digelar oleh Disdik diharapkan bisa menjadi solusi awal untuk meredakan ketegangan. Selain itu, pihak sekolah juga didorong untuk melakukan pendidikan karakter, membangun komunikasi yang sehat antara guru dan murid, serta menegakkan aturan disiplin yang jelas.

Pendekatan seperti ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan. Edukasi karakter dan pengelolaan emosi guru dan murid menjadi kunci agar sekolah tetap menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Kesimpulan

Insiden adu jotos antara guru dan murid di SMK Negeri Tanjabtim menjadi peringatan penting bagi dunia pendidikan. Kekerasan fisik tidak boleh terjadi, dan mediasi menjadi langkah awal untuk menyelesaikan konflik. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menekankan perlunya pengawasan, edukasi karakter, dan komunikasi yang baik antara guru dan murid agar suasana sekolah tetap kondusif.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, empati, dan tanggung jawab. Semua pihak—guru, siswa, dan orang tua—harus bekerja sama menjaga lingkungan belajar yang sehat dan aman.