Skizofrenia: Pengertian, Gejala dan Pengobatan

Skizofrenia: Pengertian, Gejala dan Pengobatan – Skizofrenia (Schizophrenia) adalah gangguan kejiwaan kronis, sehingga menimbulkan gangguan seperti distorsi realitas dalam bentuk delusi atau halusinasi. Schizophrenia dapat terjadi pada pria maupun wanita dari segala usia. Untuk pria, biasanya mengalami gejala di usia remaja akhir atau awal 20-an. Sedangkan wanita cenderung menunjukkan tanda-tandanya di usia akhir 20-an dan awal 30-an.

Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization), ada lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia menderita schizophrenia. Sementara slot server kamboja menurut penelitian Kementerian Kesehatan RI tahun 2019, diperkirakan ada 450.000 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat di Indonesia, termasuk schizophrenia.

Perlu diketahui bahwa penderita skizofrenia berisiko 2-3 kali lebih tinggi mengalami kematian pada usia muda. Hal ini karena skizofrenia umumnya disertai penyakit lain, seperti penyakit jantung, diabetes, atau infeksi. Selain itu, penderita skizofrenia juga rentan melakukan percobaan bunuh diri.

Baca Juga: Penyakit Anxiety Disorder, Penyebab, Gejala dan Jenisnya

Gejala Awal

Pada umumnya gejala gangguan ini muncul pada usia remaja dan awal 20-an. Pada usia-usia ini, tanda-tanda paling awal mungkin terabaikan karena mencerminkan perilaku yang “khas” untuk remaja tertentu. Beberapa gejalas awal skizofrenia adalah, sebagai berikut:

  • Cenderung mengisolasi diri dari teman dan keluarga
  • Berganti teman atau berganti komunitas
  • Perubahan fokus dan konsentrasi
  • Masalah tidur
  • Mudah marah dan mudah bergejolak emosinya
  • Kecemasan dan kecurigaan
  • Sering memunculkan ide-ide aneh
  • Merasa berbeda dengan orang lain

Gejala Schizophrenia

Gejala skizofrenia “positif” atau yang tidak khas pada individu tanpa penyakit ini dan jenis penyakit mental berat lainnya, meliputi:

  • Halusinasi, pengalaman yang tampak nyata tetapi diciptakan oleh pikiran sendiri. Itu termasuk melihat sesuatu, mendengar suara, atau mencium hal-hal yang tidak dialami orang lain di sekitar.
  • Khayalan, terjadi ketika diri mempercayai sesuatu meskipun ada bukti atau fakta yang bertentangan.
  • Paranoia, ketika seseorang sangat tidak percaya pada orang lain atau sangat yakin https://kingbuffetpalmetto.com/ bahwa mereka sedang diikuti atau dianiaya.

Kemudian, gejala “negatif” dari skizofrenia akan mengganggu emosi, perilakum dan kemampuan khas seseorang. Berikut gejala yang maliputi:

  • Berkurangnya intensitas berbicara
  • Respon emosional yang aneh terhadap situasi
  • Kurangnya emosi atau ekspresi
  • Kehilangan minat atau kegembiraan seumur hidup
  • Mengisolasi diri untuk bersosial
  • Sulit untuk merasakan kesenangan
  • Sulit untuk memulai atau menindaklanjuti sesuatu rencana
  • Sulit untuk menyelesaikan aktivitas normal sehari-hari

Selanjutnya skizofrenia dapat menimbulkan gejala “kognitif”. Diberi label demikian karena menggambarkan bahwa seseorang mengalami masalah dengan fungsi kognitif atau mental tertentu, contohnya:

  • Pemikiran atau ucapan yang tidak teratur, seperti ketika seseorang mengubah topik dengan cepat saat berbicara atau menggunakan kata atau frasa yang dibuat-buat
  • Mudah untuk melupakan sesuatu
  • Pemikiran yang tidak teratur, seperti kesulitan memperhatikan
  • Buruk dalam kepemimpinan serta buruk untuk membuat keputusan
  • Sulit mempelajari informasi dan mengimplementasikannya

Pengobatan dan Pencegahan Schizophrenia

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan skizofrenia. Namun, ada pengobatan yang dapat mengendalikan dan mengurangi gejala sehingga pasien dapat hidup layaknya orang normal. Pengobatan tersebut harus dilakukan seumur hidup dan diikuti dengan kontrol rutin.

Penanganan skizofrenia dapat berupa obat-obatan, psikoterapi, dan terapi seperti elektrokonvulsi lucky neko demo atau pemberian gelombang elektro magnetik ke otak.

Skizofrenia tidak dapat dicegah sepenuhnya, karena bisa dipicu oleh faktor genetik dan ketidakseimbangan zat di dalam otak. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mendeteksi dan mengobatinya sejak dini sehingga perburukan dan kekambuhan penyakit ini dapat dicegah.